Tugas 13 pembelajaran yang efektif dan menyenangkan
A. PENGERTIAN PEMBELAJARAN YANG
EFEKTIF DAN MENYENANGKAN
Dryden
dan Voss (1999) mengatakan bahwa belajar akan efektif jika suasana
pembelajarannya menyenangkan. Seseorang yang secara aktif mengkonstruksi
pengetahuannya dan memerlukan dukungan suasana dan fasilitas belajar yang
maksimal. Suasana yang menyenangkan dan tidak disertai suasana tegang sangat
baik dan mendukung untuk membangkitkan motivasi belajar. Anak-anak pada
dasarnya belajar paling efektif pada saat mereka sedang bermain atau melakukan
sesuatu yang mengasyikkan. Artinya belajar paling efektif jika dilakukan secara
aktif oleh individu tersebut.
Hakikat
pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja
terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik, namun bagaimana proses
pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik, kecerdasan,
ketekunan, kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan
mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka.
Pembelajaran
efektif juga akan melatih dan menanamkan sikap demokratis bagi siswa dan juga
dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga memberikan
kreatifitas siswa untuk mampu belajar dengan potensi yang sudah mereka miliki
yaitu dengan memberikan kebebasan dalam melaksanakan pembelajaran dengan cara
belajarnya sendiri.
Salah
satu hal yang harus dikedepankan dalam menciptakan suasana belajar yang
menyenangkan adalah menyertakan partisipasi siswa di dalam kelaS.Selain untuk
membangun komunikasi dengan siswa, pengajar juga dapat mengetahui apa yang
menjadi kebutuhan bagi para siswa. Jika situasi ini tak terbangun, bisa jadi
siswa akan merasa canggung berbicara dengan guru dan komunikasi tidak akan
berjalan baik. Akibatnya, pengajar juga akan mengalami kesulitan untuk
mengetahui apa yang menjadi keinginan siswa.
B. MENCIPTAKAN
SUASANA PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF DAN MENYENANGKAN BAGI SISWA
Untuk
dapat belajar yang efektif diperlukan lingkungan fisik yang baik dan teratur,
misalnya ruang belajar harus bersih, tidak ada bau-bauan yang dapat mengganggu
konsentrasi belajar, ruangan cukup terang, tidak gelap dan tidak mengganggu
mata, sarana yang diperlukan dalam belajar yang cukup atau lengkap. Dalam
mewujudkan kondisi pembelajaran yang efektif, maka perlu dilakukan
langkah-langkah berikut ini:
1. Melibatkan Siswa secara Aktif
Aktivitas belajar siswa dapat
digolongkan ke dalam beberapa hal, antara lain:
a.
Aktivitas visual, seperti membaca, menulis, melakukan eksprimen.
b.
Aktivitas lisan, seperti bercerita, tanya jawab.
c. Aktivitas
mendengarkan, seperti mendengarkan penjelasan guru, mendengarkan pengarahan
guru.
d.
Aktivitas gerak, seperti melakukan praktek di tempat praktek.
e.
Aktivitas menulis, seperti mengarang, membuat surat, membuat karya tulis.
Aktivitas
kegiatan pembelajaran siswa di kelas hendaknya lebih banyak melibatkan siswa,
atau lebih memperhatikan aktivitas siswa. Berikut ini cara meningkatkan
keterlibatan siswa :
1. Tingkatkan
partisifasi siswa dalam kegiatan pembelajaran dengan cara menggunakan berbagai
teknik mengajar.
2. Berikanlah
materi pelajaran yang jelas dan tepat sesuai dengan tujuan pembelajaran.
3. Usahakan
agar pembelajaran lebih menarik minat siswa. Untuk itu guru harus mengetahui
minat siswa dan mengaitkannya dengan bahan pembelajaran.
2. Menarik Minat dan Perhatian
Siswa
Kondisi
pembelajaran yang efektif adalah adanya minat dan perhatian siswa dalam
belajar.
Minat
merupakan suatu sifat yang relatif menetap pada diri seseorang. Minat ini besar
sekali pengaruhnya terhadap belajar, sebab dengan minat seseorang akan
melakukan sesuatu yang diminatinya. Sebaliknya tanpa minat seseorang tidak
mungkin melakukan sesuatu. Keterlibatan siswa dalam pembelajaran erat kaitannya
dengan sifat, bakat dan kecerdasan siswa. Pembelajaran yang dapat menyesuaikan
sifat, bakat dan kecerdasan siswa merupakan pembelajaran yang diminati.
3. Membangkitkan Motivasi Siswa
Motif
adalah semacam daya yang terdapat dalam diri seseorang yang dapat mendorongnya
untuk melakukan sesuatu. Sedang motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan
motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan
mencapai tujuan. Tugas guru adalah bagaimana membangkitkan motivasi siswa
sehingga ia mau belajar. Berikut ini beberapa cara bagaimana membangkitkan
motivasi siswa :
a)
Guru berusaha menciptakan persaingan diantara siswanya untuk
meningkatkan prestasi belajarnya;
b)
Pada awal kegiatan pembelajaran, guru hendaknya terlebih dahulu
menyampaikan kepada siswa tentang tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran
tersebut, sehingga siswa terpancing untuk ikut serta didalam mencapai tujuan
tersebut.
c)
Guru berusaha mendorong siswa dalam belajar untuk mencapai tujuan
pembelajaran.
d)
Guru hendaknya banyak memberikan kesempatan kepada siswa untuk
meraih sukses dengan usahanya sendiri;
e)
Guru selalu berusaha menarik minat belajar siswa.
f)
Sering-seringlah memberikan tugas dan memberikan nilai
seobyektif mungkin.
4. Memberikan pelayanan individu Siswa
Perlunya
keterampilan guru di dalam memberikan variasi pembelajaran agar dapat diserap
oleh semua siswa dalam berbagai tingkatan kemampuan, dan disini pulalah perlu
adanya pelayanan individu siswa.
Memberikan
pelayanan individual siswa bukanlah semata-mata ditujuan kepada siswa secara
perorangan saja, melainkan dapat juga ditujukan kepada sekelompok siswa dalam
satu kelas tertentu. Sistem pembelajaran individual atau privat, belakangan ini
memang cukup marak dilakukan melalui les-les privat atau melalui
lembaga-lembaga pendidikan yang memang khusus memberikan pelayanan yang
bersifat individual.
5. Menyiapkan dan Menggunakan berbagai
Media dalam Pembelejaran
Alat
peraga/media pembelajaran adalah alat-alat yang digunakan guru ketika mengajar
untuk membantu memperjelas materi pelajaran yang disampaikan kepada siswa dan
mencegah terjadinya verbalisme pada diri siswa. Pembelajaran yang efektif harus
mulai dengan pengalaman langsung yang yang dibantu dengan sejumlah alat peraga
dengan memperhatikan dari segi nilai dan manfaat alat peraga tersebut dalam
membantu menyukseskan proses pembelajaran di kelas.
Di
dalam menyiapkan dan menggunakan media atau alat peraga, ada beberapa hal yang
perlu diperhatikan, sebagai berikut :
a.
Alat peraga yang digunakan hendaknya dapat
memperbesar perhatian siswa terhadap materi pelajaran yang diasjikan.
b.
Alat peraga yang dipilih hendaknya sesuai
dengan kematangan dan pengalaman siswa serta perbedaan individual dalam
kelompok.
c.
Alat
yang dipilih hendaknya tepat, memadai dan mudah digunakan.
C. Tujuan pengelolaan kelas yang
efektif
`Secara
umum tujuan pengelolaan kelas adalah untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Mutu
pembelajaran aka tercapai, jika tercapainya tujauan pembelajaran.Karakter kelas
yang dihasilkan karena adanya proses pengelolaa kelas yang baik akan memiliki
sekurang-urangnya tiga ciri, yakni:
1. Speed,
artinya anak dapat belajar dalam percepatan proses dan progres, sehingga
membutuhkan waktu yang relatif singkat.
2. Simple,
artinya organisasi kelas dan materi menjadi sederhana, mudah dicerna dan
situasi kelas menjadi kondusif.
3.
Self-confidence, artinya anak dapat belajar dengan kondisi yang penuh rasa
percaya diri atau menganggap dirinya mampu mengikuti pelajaran dan belajar
berprestasi.
Tujuan
manajemen Kelas pada hakekatnya sudah terkandung pada tujuan pendidikan secara
umum. Menurut Sudirman (2000), tujuan pengelolaan kelas adalah penyediaan
pasilitas bagi macam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial,
emosional, dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu
memungkinkan siswa belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang
memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional, dan
sikap serta apresiasi pada siswa.
Suharsimi
Arikunto,(2004), berpendapat bahwa tujuan penegelolaan kelas adalah agar setiap
anak di kelas dapat bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai tujuan
pengajaran secara efektif dan efisien. Untuk lebih jelasnya Arikuno
menguraikan rincian tujuan pengelolaan Kelas, sebagaimana
berikut ini :
a. Mewujudkan
situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai
kelompok belajar, yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan
semaksimal mungkin.
b.
Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi
pembelajaran.
c. Menyediakan
dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan
siswa belajar sesuai dengan lingkungan siaoal, emosional dan intelek
siswa dalam belajar.
d. Membina dan
membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi,budaya, serta
sifat-sifat individunya.
D. Usaha-usaha
yang di Tempuh dalam Manajemen Kelas Sehingga Dapat Meningkatkan Efektifitas
Proses Belajar Mengajar
Untuk
meningkatkan efektifitas proses belajar mengajar ada 5 langkah yang ditempuh
dalam proses manajemen kelas yang efektif
1.
Menentukan Kondisi Kelas Yang Diinginkan
Langkah
pertama dalam proses manajemen kelas yang efektif adalah menentukan kondisi kelas
yang ideal. Guru perlu mengetahui dengan jelas dan mendalam tentang
kondisi-kondisi yang menurut penelitiannya akan memungkinkan mengajar secara
efektif.
Di
samping itu guru hendaknya menyadari perlunya terus menerus menilai manfaat
pemahamannya dan mengubahnya apabila keadaan sesuai adalah:
a. Guru tidak
memandang kelas semata-mata hanya sebagai reaksi atas masalah yang
timbul.
b. Guru akan
memilih seperangkat tujuan yang mengarahkan upayanya dan menjadi tolak ukur
penilaian atas hasil upayanya.
2. Menganalisis kondisi kelas yang
nyata.
Setelah
menentukan kondisi kelas yang diinginkan, guru selanjutnya menganalisis keadaan
yang ada yakni membandingkan keadaan yang nyata dengan keadaan yang diharapkan
kemudian menentukan kondisi dengan keadaan yang diharapkan, dengan demikian
kondisi ini memungkinkan guru mengetahui :
a. Kesenjangan
antara kondisi sekarang dengan yang diharapkan kemudian menantikan kondisi yang
perlu di perhatikan segera dan mana yang dapat diselesaikan kemudian, dan mana
yang memerlukan pemantauan.
b. Masalah
yang mungkin terjadi yakni kesenjangan yang mungkin timbul jika guru gagal
mengambil tindakan pemecahan.
c. Kondisi
sekarang yang perlu dipelihara dan dipertahankan karena dianggap sudah
baik.
3. Memilih dan menggunakan strategi
pengelolaan.
Guru
yang efektif adalah guru yang menguasai berbagai strategi manajerial yang
terkandung dalam berbagai pendekatan manajemen kelas dan mampu memilih serta
menggunakan strategi yang paling sesuai dalam situasi tertentu yang telah
dianalisis sebelumnya, proses pemilihan ini dapat dianggap suatu kerja
komputer, guru memeriksa strategi-strategi yang tersimpan dalam sel-sel
komputer dan memilih strategi yang memberikan harapan untuk meningkatkan
kondisi yang dianggap sesuai.
Menilai efektifitas pengelolaan Dalam tahap ini guru
menilai efektifitas pengelolaannya artinya dari waktu ke waktu guru harus
menilai sejauh mana keberhasilan memelihara dan menciptakan kondisi yang
sesuai. Proses penilaian ini memusatkan perhatian kepada dua perangkat perilaku.
Perilaku pertama adalah perilaku guru dalam arti sejauh mana guru telah
menggunakan perilaku manajemen yang direncanakan akan dilakukan. Perilaku kedua
adalah perilaku peserta didik, yaitu sejauh mana peserta didik berperilaku yang
sesuai. Yakni apakah mereka telah melakukan apa-apa yang diharapkan untuk
dilakukan.
DAFTAR RUJUKAN
Ahmad, Rohani. 2010.
Pengelolaan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Rachman, Maman.
1997. Manajemen Kelas. Semarang: Depdikbud Ditjen Dikti.
Abdul, Majid.
2013. Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar Kompetensi
Guru.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Bagus 👍
BalasHapusmaterinya bagus
BalasHapusArtikelnya bagus kak
BalasHapus