TUGAS 2 MANAJEMEN
KELAS DI SD
1A. PENGERTIAN
MANAJEMEN KELAS
Manajemen
merupakan kemampuan dan keterampilan khusus yang dimiliki oleh seseorang untuk
melakukan suatu kegiatan baik secara perorangan ataupun bersama orang lain atau
melalui orang lain. Dalam upaya mencapai tujuan organisasi secara produktif dan
efisien.
Arikunto
memberikan pengertian pengelolaan kelas sebagai suatu usaha yang di lakukan
oleh penanggung jawab kegiatan pembelajaran yang mencapai kondidi optimal
sehingga dapat melaksanakan kegiatan belajar seperti yang terlaksana.
Menurut
G.r. terri, menajemen di artiakan sebagai proses yang khas yang terdiri atas
perencanaan, pengorganisasiian, pelaksanaan dan pengawasan yang dilakukan untuk
menentukan dan usaha mencapai saran-saran dengan manfaat sumber daya manusia
dan sumberdaya lainnya.
Menurut
james A.F. stoner, manajemen dapat di artikan sebagai proses perencanaan proganisasian,
kepemimpinan dan pengawasan upaya (usaha-usaha) anggota organisasi dan
menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah di
tetapkan.
Manajemen
pembelajaran memiliki arti penting dalam sebuah proses pendidikan di mana
dengan adanya menajemen dalam sebuah proses pembelajaran di harapkan tujuan
pembelajaran akan terpenuhi, sehingga langka-langka dalam proses pembelajaran
yang di mulai dari perencanaan evaluasi mampu mengujutkan mencapai tujuan
pembelajaran dan umumnya dapat ektivitas. Karena dengan menajemen pembelajaran
yang baik tentunya juga akan dampak pada kegiatan pembelajaran yang terara dan
mampu menciptakan kondisi pembelajaran yang optimal.
B. TUJUAN MANAJEMEN PEMBELAJARAN.
Tujuan manajemen pendidikan erat sekali dengan tujuan
pendidikan secara umum, karen manajemen pendidikan pada hakikatnya merupakan
alat untuk mencapai tujuan pendidikan secara optimal.
Apabila dikaitkan dengan pengertian manajemen
pendidikan pada hakikatnya merupakan alat mencapai tujuan. Adapun tujuan
pendidikan nasional yaitu untuk mengembangkan potensi peserta didik agar
menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak
mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang
demokratis serta bertanggung jawab.
Menurut Fattah,2004 tujuan
manajemen pembelajaran yaitu:
1. Terwujudnya suasana belajar dan proses pembelajaran yang aktif, inovativ, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAIKEM).
2. Terciptanya peserta didik yang aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagaman, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, keterampilan yang diperlukannya, masyarakat, bangsa, dan negara.
3. Terpenuhi salah satu dari 5 kompetensi tenaga pendidikan.
4. Tercapainya tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.
5. Terbekalinya tenaga pendidik dengan teori tentang proses dan tugas administrasi pendidikan.
6. Teratasinya masalah mutu pendidikan.
7. Terciptanya perencanaan pendidikan yang merata, bermutu, relevan, dan akuntabel.
8. Meningkatkan citra positif pendidikan.
1. Terwujudnya suasana belajar dan proses pembelajaran yang aktif, inovativ, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAIKEM).
2. Terciptanya peserta didik yang aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagaman, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, keterampilan yang diperlukannya, masyarakat, bangsa, dan negara.
3. Terpenuhi salah satu dari 5 kompetensi tenaga pendidikan.
4. Tercapainya tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.
5. Terbekalinya tenaga pendidik dengan teori tentang proses dan tugas administrasi pendidikan.
6. Teratasinya masalah mutu pendidikan.
7. Terciptanya perencanaan pendidikan yang merata, bermutu, relevan, dan akuntabel.
8. Meningkatkan citra positif pendidikan.
C. KEBIJA KAN TENTANG MANAJEMEN PEMBELAJARAN.
11. Perencanaan
kebijakan
Merupakan usaha yang dilakukan kepala sekolah untuk mengembangkan strategi yang akan dilaksanakan untuk mengubah kondisi pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.
Merupakan usaha yang dilakukan kepala sekolah untuk mengembangkan strategi yang akan dilaksanakan untuk mengubah kondisi pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.
22. Pengambilan
keputusan
Merupakan suatu proses pemecahan masalah dengan menentukan pilihan dari beberapa alternatif unruk menetapkan suatu tindakan dalam mencapai tujuan yang di inginkan
Merupakan suatu proses pemecahan masalah dengan menentukan pilihan dari beberapa alternatif unruk menetapkan suatu tindakan dalam mencapai tujuan yang di inginkan
33. Kebijakan Sekolah
Tujuan utama pengajaran adalah untuk menciptakan atau membangunkomunitas belajar yang produktif dan meningkatkan motivasi siswa agar terlibat dalam pembelajaran yang bermakna.
Tujuan utama pengajaran adalah untuk menciptakan atau membangunkomunitas belajar yang produktif dan meningkatkan motivasi siswa agar terlibat dalam pembelajaran yang bermakna.
D. PERAN GURU DALAM MANAJEMEN KELAS
Beberapa peran guru dalam manajemen kelas yaitu sebagai
berikut
1.
Guru sebagai Pendidik
Guru adalah pendidik yang menjadi tokoh, panutan, dan
identifikasi bagi para peserta
didik dan lingkungannya. Oleh karena itu, guru harus memiliki standar kualitas
tertentu yang mencangkup tanggung jawab, wibawa, mandiri, dan disiplin.
2. Guru sebagai Pengajar
Guru harus berusaha membuat sesuatu menjadi jelas bagi peserta didik dan terampil dalam memecahkan masalah.
3. Guru sebagai Pembimbing
Guru dapat diibaratkan sebagai pembimbing perjalanan yang berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya bertanggung jawab atas kelancaran perjalanan itu.
4. Guru sebagai Pelatih
Proses pendidikan dan pembelajaran memerlukan latihan keterampilan baik intelektual maupun motorik, sehingga menuntut guru untuk bertindak sebagai pelatih.
5. Guru sebagai Penasehat
Guru adalah seorang penasehat bagi peserta didik juga bagi orang tua, meskipun mereka tidak memiliki latihan khusus sebagai penasehat dan dalam beberapa hal tidak dapat diharapkan untuk menasehati orang lain.
6. Guru sebagai Pembaharu (Inovator)
Guru menerjemahkan pengalaman yang telah lalu kedalam kehidupan yang bermakna bagi peserta didik. Dalam hal ini, terdapat jurang yang dalam dan luas antara generasi yang satu denga generasi yang lainnya, demikian hal nya pengalaman orang tua memiliki arti lebih kuat.
7. Guru sebagai Model dan Teladan
Guru merupakan model dan teladan bagi peserta didik dan semua orang yang menganggap dia sebagai guru. Perilaku guru sangat mempengaruhi peserta didik harus berani mengembangkan gaya hidup pribadinya.
8. Guru sebagai Pribadi
Guru harus memiliki kepribadian yang mencerminkan seorang pendidik. Ungkapan yang sering dikemukakan adalah bahwa “ guru bisa digugu dan ditiru”. Digugu maksudnya bahwa pesan-pesan yang disampaikan guru bisa dipercaya untuk dilaksanakan dan pola hidupnya bisa ditiru dan diteladani.
9. Guru sebagai Peneliti
Guru adalah sebagai orang yang telah mengenal metodologi tentunya ia tahu apa yang harus dilakukan, yakni peneliti.
10. Guru sebagai Pendorong Kreatifitas
Guru senantiasa menemukan cara yang lebih baik dalam melayani peserta didik, sehingga peserta didik akan menilainya bahwa ia memang kreatif dan tidak melakukan sesuatu yang rutin saja. Kreatifitas menunjukan bahwa apa yang akan dikerjakan oleh guru sekarang lebih baik dari yang dikerjakan sebelumnya.
2. Guru sebagai Pengajar
Guru harus berusaha membuat sesuatu menjadi jelas bagi peserta didik dan terampil dalam memecahkan masalah.
3. Guru sebagai Pembimbing
Guru dapat diibaratkan sebagai pembimbing perjalanan yang berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya bertanggung jawab atas kelancaran perjalanan itu.
4. Guru sebagai Pelatih
Proses pendidikan dan pembelajaran memerlukan latihan keterampilan baik intelektual maupun motorik, sehingga menuntut guru untuk bertindak sebagai pelatih.
5. Guru sebagai Penasehat
Guru adalah seorang penasehat bagi peserta didik juga bagi orang tua, meskipun mereka tidak memiliki latihan khusus sebagai penasehat dan dalam beberapa hal tidak dapat diharapkan untuk menasehati orang lain.
6. Guru sebagai Pembaharu (Inovator)
Guru menerjemahkan pengalaman yang telah lalu kedalam kehidupan yang bermakna bagi peserta didik. Dalam hal ini, terdapat jurang yang dalam dan luas antara generasi yang satu denga generasi yang lainnya, demikian hal nya pengalaman orang tua memiliki arti lebih kuat.
7. Guru sebagai Model dan Teladan
Guru merupakan model dan teladan bagi peserta didik dan semua orang yang menganggap dia sebagai guru. Perilaku guru sangat mempengaruhi peserta didik harus berani mengembangkan gaya hidup pribadinya.
8. Guru sebagai Pribadi
Guru harus memiliki kepribadian yang mencerminkan seorang pendidik. Ungkapan yang sering dikemukakan adalah bahwa “ guru bisa digugu dan ditiru”. Digugu maksudnya bahwa pesan-pesan yang disampaikan guru bisa dipercaya untuk dilaksanakan dan pola hidupnya bisa ditiru dan diteladani.
9. Guru sebagai Peneliti
Guru adalah sebagai orang yang telah mengenal metodologi tentunya ia tahu apa yang harus dilakukan, yakni peneliti.
10. Guru sebagai Pendorong Kreatifitas
Guru senantiasa menemukan cara yang lebih baik dalam melayani peserta didik, sehingga peserta didik akan menilainya bahwa ia memang kreatif dan tidak melakukan sesuatu yang rutin saja. Kreatifitas menunjukan bahwa apa yang akan dikerjakan oleh guru sekarang lebih baik dari yang dikerjakan sebelumnya.
E. KODE ETIK GURU
Kode etik guru Indoneasia dapat dirumuskan sebagai himpunan-
himpunan nilai-nilai dan norma-norma profesi guru yang tersusun dengan baik dan
sistematik dalam suatu sistem yang utuh dan bulat ( Soetjipto dan Kosasi, 1999:
34). Kode etik guru Indonesia antara lain:
1. Guru berbakti mebimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila.
2. Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran profesional.
3. Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan.
4. Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar.
5. Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta rasa tanggung jawab terhadap pendidikan.
6. Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya.
7. Guru memelihara hubungan profesi, semangat kekeluargaan dan kesetiakawanan sosial.
8. Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian.
9. Guru melaksanakan segala kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan
1. Guru berbakti mebimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila.
2. Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran profesional.
3. Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan.
4. Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar.
5. Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta rasa tanggung jawab terhadap pendidikan.
6. Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya.
7. Guru memelihara hubungan profesi, semangat kekeluargaan dan kesetiakawanan sosial.
8. Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian.
9. Guru melaksanakan segala kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan
DAFTAR RUJUKAN
Arikunto,
Suharsimi. 1992. Pengelolaan Kelas dan Siswa Sebuah Pendekatan
Evaluatif. Jakarta: Rajawali Pers.
Suhardan,
Dadang et.all. 2009. Manajemen Pendidikan.
Alfabeta: Bandung. Djamarah, Syaiful Bahri dan Zain,
Erwinsyah, Alfian. 2017. Manajemen Pembelajaran dalam
Kaitannya dengan
Peningkatan Kualitas Guru, Jurnal Pendidikan Islam Vol.5 No.1. Diakses
pada hari Selasa, 30 Juli 2019 pukul 13.52 WIB
Suryapermana, Nana. 2016. Manajemen Pembelajaran dalam Dunia Pendidikan,
Peningkatan Kualitas Guru, Jurnal Pendidikan Islam Vol.5 No.1. Diakses
pada hari Selasa, 30 Juli 2019 pukul 13.52 WIB
Suryapermana, Nana. 2016. Manajemen Pembelajaran dalam Dunia Pendidikan,
Assalamualaikum reza.... Materinya ini sangat bagus sekali... Trimakasih sudah berbagi yaahh
BalasHapusWaalaikumsalam Sarah,
HapusMakasi yah
Materinya sangat bagus
BalasHapusMakasi
HapusMeterinya sangat bagus dan bermanfaat sekali
BalasHapusMakasi telah membacanya
HapusAlhamdulillah materinya sangat bermanfaat sekali
BalasHapusArtikel nya sangat bermanfaat
BalasHapusArtikelnya sangat bagus dan bermanfaat
BalasHapus