tugas 3 manajemen kelas
Manajemen Kelas
A. Konsep
Manajemen Pembelajaran
Setiap ahli memberi pandangan yang berbeda tentang batasan manajemen,
karena itu tidak mudah memberi arti universal yang dapat diterima semua orang.
Namun demikian dari pikiran-pikiran ahli tentang definisi manajemen kebanyakan
menyatakan bahwa manajemen merupakan suatu proses tertentu yang menggunakan
kemampuan atau keahlian untuk mencapai suatu tujuan yang di dalam
pelaksanaannya dapat mengikuti alur keilmuan secara ilmiah dan dapat pula
menonjolkan kekhasan atau gaya manajer dalam mendayagunakan kemampuan orang
lain
Dengan demikian terdapat tiga fokus untuk mengartikan manajemen yaitu:
1. manajemen sebagai suatu kemampuan atau keahlian
yang selanjutnya menjadi cikal bakal
manajemen sebagai suatu profesi.
2. manajemen sebagai seni tercermin
dari perbedaan gaya (style) seseorang dalam menggunakan atau memberdayakan
orang lain untuk mencapai tujuan.
Berikut ini merupakan definisi manajemen dari beberapa ahli yang
mencerminkan ketiga fokus tersebut.
1. Stoner (1992:8) manajemen merupakan proses perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota
organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan
organisasi yang telah ditetapkan.
2. Sudjana (2000:77); manajemen merupakan rangkaian
berbagai kegiatan wajar yang dilakukan seseorang berdasarkan norma-norma yang
telah ditetapkan dan dalam pelaksanaannya memiliki hubungan dan saling
keterkaitan dengan lainnya. Hal tersebut dilaksanakan oleh orang atau beberapa
orang yang ada dalam organisasi dan diberi tugas untuk melaksanakan kegiatan
tersebut.
3.Manajemen sebagai suatu seni yang tercermin dalam
pengertian yang dikemukakan American Society of mechanical Engineers; manajemen
merupakan ilmu dan seni mengorganisasi dan memimpin usaha manusia, menerapkan
pengawasan dan pengendalian tenaga serta memanfaatkan bahan alam bagi kebutuhan
manusia.
Dengan demikian manajemen merupakan kemampuan dan keterampilan khusus yang
.
Manajemen atau pengelolaan diartikan proses penggunaan sumber daya secara
efektif untuk mencapai sasaran. Sedangkan kelas diartikan secara umum sebagai
sekelompok siswa yang ada pada waktu yang sama menerima pelajaran yang sama
dari guru yang sama pula.
Dalam arti sempit kelas menunjukan suatu ruangan (dibatasi 4 dinding) atau
tempat dimana murid-murid belajar, tiap bangunan sekolah di bagi kedalam
ruangan-ruangan bagunan yang menunjukan ruangan kelas.
Dalam arti luas kelas dapat pula diartikan sebagai kegiatan pembelajaran
yang diberikan oleh guru kepada murid-murid dalam sutau ruangan untuk sutau
tingkat tertentu pada jam tertentu. Kelas yang dimaksudkan disini adalah
mencakup kedua pengertian tersebut, yaitu hanya sebagai ruangan yang menunjukan
tingkatan tertentu, akan tetapi juga menunjukan kegiatan pembelajaran yang
berlangsung.
Dengan demikian, manajemen kelas adalah segala usaha yang diarahkan untuk
mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan serta dapat
memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan. Atau dapat
dikatakan bahwa manajemen kelas merupakan usaha sadar untuk mengatur kegiatan
proses belajar mengajar secara sistematis. Usaha sadar itu mengarah pada
penyiapan bahan belajar, penyiapan sarana dan alat peraga, pengaturan ruang
belajar, mewujudkan situasi/kondisi proses belajar mengajar dan pengaturan
waktu sehingga pembelajaran berjalan dengan baik dan tujuan kurikuler dapat
tercapai (Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen, 1996).
Mengelola kelas merupakan keterampilan yang harus dimiliki guru dalam
memutuskan, memahami, mendiagnosis dan kemampuan bertindak menuju perbaikan
suasana kelas terhadap aspek-aspek manajemen kelas. Adapun aspekaspek yang
perlu diperhatikan dalam manjemen kelas adalah sifat kelas, pendorong kekuatan
kelas, situasi kelas, tindakan selektif dan kreatif.
Manajemen Kelas adalah rentetan kegiatan guru untuk menumbuhkan dan
mempertahankan organisasi kelas yang efektif, yaitu meliputi : tujuan
pengajaran, pengaturan waktu, pengaturan ruangan dan peralatan, dan
pengelompokan siswa dalam belajar. (Alam S : 1B)
Dari Wilford A. Weber : 1986 manajemen kelas adalah :
1. Seperangkat
kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan ketertiban suasana kelas
melalaui penggunaan disiplin (pendekatan otoriter)
2. Seperangkat
kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan ketertiban suasana kelas
melalui intimidasi pendekatan intimidasi)
3. Seperangkat
kegiatan guru untuk memaksimalkan kebebasan siswa (pendekatan permisif) -
Seperangkat kegiatan guru menciptakan suasana kelas dengan cara mengikuti
petunjuk/resep yang telah disajikan (pendekatan buku masak)
4. Seperangkat
kegiatan guru untuk menciptakan suasana kelas yang efektif melalui perencanaan
pembelajaran yang bermutu dan dilaksanakan dengan baik (pendekatan
instruksional)
5. Seperangkat
kegiatan guru untuk mengembangkan tingkah laku peserta didik yang diinginkan
dengan mengurangi tingkah laku yang tidak diinginkan (pendekatan perubahan
perilaku)
6. Seperangkat
kegiatan guru untuk mengembangkan hubungan interpersonal yang baik dan iklim
sosio-emosional kelas yang positif (pendekatan penciptaan iklim
sosio-emosional)
7. Seperangkat
kegiatan guru untuk menumbuhkan dan mempertahankan organisasi kelas yang
efektif (pendekatan sistem sosial)
Pengelolaan kelas yang mengharuskan guru melaksanakan berbagai tugas :
perencanaan,mengorganisir,mengkoordinasi,mengarahkan,mengendalikan,
mengkomunikasikan, merawat dan memupuk
B. Tujuan
Manajemen Kelas
Manajemen kelas pada umumnya bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan
efisiensi dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Adapun kegiatan pengelolaan
fisik dan pengelolaan sosio-emosional merupakan bagian dalam pencapaian tujuan
pembelajaran dan belajar siswa.
Tujuan pengelolaan kelas menurut A.C. Wragg : 25
a. Anak-anak
memberikan respon yang setimpal terhadap perlakuan yang sopan dan penuh
perhatian dari orang dewasa.
b. Mereka
akan bekerja dengan rajin dan penuh konsentrasi dalam melakukan tugas-tugas
yang sesuai dengan kemampuannya.
Indikator Keberhasilan dalam pengelolaan kelas adalah :
a. Terciptanya
suasana/kondisi belajar mengajar yang kondusif (tertib, lancar, berdisiplin dan
bergairah)
b. Terjadinya
hubungan interpersonal yang baik antara guru dengan siswa dan antara siswa
dengan siswa (Alam S : 2003)
Tujuan manajemen kelas : (Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen : 1996)
a. Mewujudkan
situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai
kelompok belajar, yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan
semaksimal mungkin
b. Menghilangkan
berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran
c. Menyediakan
dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan
siswa belajar sesuai dengan lingkungan social, emosional dan intelektual siswa
dalam kelas.
d. Membina
dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang social, ekonomi, budaya serta
sifat-sifat individualnya.
C. Proses
Manajemen Kelas
Langkah-langkah Kegiatan Manajemen Kelas Langkah-langkah kegiatan manajemen
kelas adalah penyusunan rangkaian kegiatan yang dilakukan guru sebagai
manajer/pemimpin pembelajaran di kelas adalah:
1. Merencanakan
Pembelajaran
Berkenaan dengan perencanaan, William H. Newman18 menyatakan, “perencanaan
adalah menentukan apa yang akan dilakukan. Perencanaan mengandung
rangkaian-rangkaian putusan yang luas dan penjelasan-penjelasan dari tujuan,
penentuan kebijakan, penentuan program, penentuan metode-metode dan prosedur
tertentu dan penentuan kegiatan berdasarkan jadwal sehari-hari”.
Bertolak dari pengertian tersebut, bahwa dalam perencanaan terdapat
rangkaian kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Dalam konteks
perencanaan pembelajaran, adalah berkaitan dengan penyusunan langkahlangkah
dalam pencapaian tujuan belajar siswa yang dilakukan guru dalam membimbing,
membantu, dan mengarahkan siswa supaya mau mengikuti kegiatan belajar.
2. Merumuskan
Tujuan
Pembelajaran Dalam hal ini, guru dituntut untuk menguasai dan mengetahui
tentang tujuan yang selama ini menjadi acuan dalam rumusan pencapain tujuan
pembelajaran. Berdasarkan taksonomi Bloom21 , klasifikasi rumusan tujuan
pembelajaran dapat dikelompokan ke dalam tiga ranah, yaitu:
a. Ranah
kognitif, yang mencakup tujuan yang berhubungan dengan ingatan (recall),
pengetahuan, kemampuan intelektual.
b. Ranah
afektif, yang mencakup tujuan yang berhubungan dengan perubahan-perubahan
sikap, nilai, perasaan, dan minat.
c. Ranah
psikomotorik, yang mencakup tujuan yang berhubungan dengan kemampuan gerak
dalam keterampilan
3. Memilih
Materi Pokok Pembelajaran
Materi pokok yang dibuat berdasarkan pada pencapaian tujuan pembelajaran.
Materi pokok pembelajaran merupakan alat bahkan sekaligus yang menjadi proses
pengalaman bagi siswa selama mengikuti proses pembelajaran. Dengan kata lain,
materi pokok pembelajaran adalah pokopokok materi yang harus dipelajari siswa
sebagai sarana dalam pencapaian kompetensi dasar yang disusun berdasarkan
indikator hasil belajar.
4. Menentukan
Strategi Pembelajaran
Yaitu, merupakan upaya guru dalam cara penyampaian materi yang telah dibuat
tadi untuk lebih mudah disampaikan kepada siswa dengan cara seefektif mungkin.
Berbagai cara yang dilakukan guru dalam penyampaian materi ini adalah
menggunakan metode yang disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan siswa yang
menjadi subyek belajar. Roestiyah22 berpendapat bahwa “di dalam proses
belajar-mengajar, guru harus memiliki strategi, agar siswa dapat belajar secara
efektif dan efisien, mengena pada tujuan yang diharapkan.
5. Membuat
Evaluasi/Penilaian
Evaluasi di sini merupakan alat untuk mengetahui atau mengukur sejauhmana
kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan apakah tercapai sesuai dengan tujuan
yang telah ditentukan ataukah tidak. Dalam proses pembelajaran kegiatan
evaluasi sangat perlu dilakukan oleh guru. Moh. Surya23 berpendapat, “salah
satu kegiatan yang harus dilakukan guru dalam melaksanakan tugas dan peranannya
ialah kegiatan evaluasi”.
6. Melaksanakan
Pembelajaran
Pelaksanaan pembelajaran merupakan realiasi kegiatan yang telah
direncanakan atau dipersiapkan sebelumnya. Oleh karena itu dalam pelaksanaan
pembelajaran faktor guru sangat dominan berpengaruh terhadap aktivitas belajar
siswa. Tugas dan tanggung jawab
D .Strategi Manajemen
Kelas
1. Penataan
Lingkungan Belajar
Lingkungan belajar dikelas sebagai situasi buatan yang berhubungan dengan
proses pmbelajaran atau konteks terjadinya pengalaman belajar, dapat
diklasifikasikan dalam (keadaan) fisik dan lingkungan sosial. Pengelolaan
lingkungan fisik meliputi penataan ruang kelas, pengaturan tempat duduk,
ventilasi dan pengaturan cahaya yang cukup menjamin kesehatan siswa dan
pengaturan penyimpanan Penataan lingkungan
belajar barang yang diatur sedemikian rupa sehingga barang-barang
tersebut segera dapat digunakan. Pengelolaan lingkungan sosial meliputi
interaksi guru dansiswa, siswa dengan siswa, dan siswa, guru, serta lingkungan
sekitarnya. Segala sesuatu
dalam lingkungan kelas menyampaikan pesan yang
memacu atau menghambat belajar. Segala yang dapat kita
lihat, biasanya memberi inspirasi untuk melahirkan pikiran yang orisinil.
Demikian juga lingkungan belajar yang tertata rapih memberi inspirasi berpikir
yang cermat dan kekuatan belajar. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
pengelolaan kelas secara fisik adalah:
a. Penataan bangku dalam kelas
Dekorasi interior kelas perlu dirancang yang
memungkinkan siswa
belajar secara aktif, yakni menyenangkan dan
menantang. Formasi bangku dalam kelas dapat dengan mudah dipindah-pindah, maka
sangat mungkin menggunakan formasi ini sesuai dengan yang diinginkan.
b. Hiasan dinding
Dinding merupakan panjangan pesan yang setiap hari
bisa dirubah, diganti sesuai pesan yang ingin disampaikan.
c. Papan tulis, kapur tulis, dan lain-lain
Ukurannya disesuaikan, warnanya harus kontras,
penempatannya memperhatikan estetika dan terjangkau oleh anak didik.
d. Halaman sekolah
Manajemen sekolah wajib membuat segalanya hidup,
memberi pesan dan membawa kesan. Kebersihan akan membawa rasa nyaman saat
belajar. Guru memeriksa keberhasilan dan ketertiban kelas dan halaman
sekolah Selain pengelolaan kelas secara fisik yang telah disebutkan diatas
seorang guru juga sebaiknya mengelola lingkungan sosial di dalam kelas dengan
baik, pengelolaan sosial di dalam kelas bisa dengan menerapkan berbagai macam
metode pembelajaran yang berfariasi.
2. Cara pengajaran guru (pendidik)
Dalam rangka memelihara kondisi dan suasana belajar
yang efektif, maka guru harus mampu memilih cara yang tepat dalam pelaksanaan
pembelajaran. Karena mengajar adalah hal yang kompleks dan melibatkan
peserta didik yang bervariasi, maka seorang pendidik
harus mampu dan
menguasai beragam strategi dan perspektif serta dapat
mengaplikasikannya secara fleksibel Dalam hal ini guru harus mampu menguasai
materi pelajaran, strategi pengajaran, mempunyai keahlian mengelola kelas,
keahlian motivasional, keahlian komunikasi dan dapat bekerja secara efektif
dengan murid dari latar belakang kultural yang beragam.Dalam meningkatkan
pembelajaran yang efektif dalam bentuk dampak instruksional dan untuk
mengarahakan dampak pengiring terhadap hal-hal yang positif, guru harus mampu
menciptakan pembelajaran yang efektif dengan cara pengajaran tertentu. Upaya
peningkatan kualitas pembelajaran dapat ditempuh dengan bentuk strategi
pembelajaran berikut ini:
a) Strategi pembelajaran seluruh kelas
yang meliputi:
1) Ceramah adalah memberikan pengetahuan secara verbal
dengan cara guru mempresentasikan yang berfungsi untuk memberikan pengetahuan
dasar yang dibutuhkan untuk aktifitas-aktifitas mendatang, mempresentasikan
suatu pengetahuan penting bagi murid untuk dipelajari.
2) Diskusi, memfokuskan pada interaksi, yang mana murid
sebagai partisipan dipersilahkan mengekspresikan pengetahuan dan pemahaman
serta opini tentang suatu topik.
3) Debat adalah strategi yang mengehendaki berpikir lebih
tingkat tinggi, yang mana murid mempelajari informasi tentang suatu isyu atau
ide dengan mengambil posisi pro atau kotra. Sehingga siswa harus belajar
mendengarkan, memanipulasi pengetahuan untuk menarik minat, baik
kebutuhan-kebutuhan factual maupun emosional pada audiencenya.
4) Demontrasi guru merupakan stratgei guru menempatkan
peranya
untuk memberikan
pengetahuan atau ketrampilan dengan demonstrasi suatu metode. Strategi ini
dipilih karena keterbatasan waktu dan kelangkaan bahan yang diperlukan.
5) Memberikan pengarahan pengarahan adalah memberikan
informasi yang efisien tentng apa, mengapa, bagaima, dimana, kaan tugas dan
aktifitas kelas.
b) Strategi pembelajaran kelompok kecil meluputi:
1) Pembelajaran kooperatif adalah formasi kelompok yang
“menshare” suatu pembelajaran yang sama, bekerja independen untuk mencapai
suatu penguasaan dan memastikan bahwa semua anggota kelompok dapat meraih
tujuan kelompok secara sukses.
2) Pembelajaran kolaboratif adalah yang mengehendaki
siswa bekerja bersama tetapi hasilnya lebih terbuka pada umumnya.
Responsibilitas individual bagi pembelajaran ini lebih besae ketimbang dalam
situasi kooperatif.
c) Strategi pembelajaran dengan bekerja berpasangan:
1) Mentor-mentor murid yaitu membentuk pasangan-pasangan
murid dengan ketrampilan yang tak sama, dengan menempatkan salah satu murid
yang ssudah siap untuk menjadi tutor tean pasanganya.
2) Berpasangan secara random (acak) digunakan dalam suatu
basis
jangka pendek
sebab hanya berpikir sejnak, untuk memneuhi kebutuhan murit atau emmeneuhi
tuntutan tugas.
d) Strategi pembelajaran individu
Strategi dengan bekerja secara independen oleh murid
dalam mempelajari ketrampilan atau pengetahuan dan mempraktikkan serta
memastikan tingkat peahamannya. Guru harus dengan cerdas memilih dan
menggunakan metode pembelajaran atau dengan mengkombinasikan dari beberpa
metode yang sesuai dengan kondisi yang ada. Seorang guru dalam mengelola kelas
harus mampu menciptakan kondisi yang optimal dan mempertahankan kondisi kelas
tetap kondusif ketika tingkah laku peserta didik menyimpang dan mengganggu
proses belajar mengajar dengan cara memberikan pengejaran yang menyenangkan.
3. Pengaturan perilaku dan pemberian motivasi kepada
siswa
Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan dan
lingkungan dimana siswa berinteraksi, diharapkan mampu membentuk sikap dan
perilaku siswa yang baik. Dalam prosesnya, sering kali muncul perilaku siswa
yang menganggu kondisi kelas. Oleh karena itu, guru dapat menerapkan sistem
reward dan punishment. Reward atau penghargaan diberikan kepada siswa yang
berprestasi atau berperilaku baik, dan punishment atau sanksi (hukuman)
dikenakan terhadap siswa yang melanggar peraturan. Reward dan punishment
berfungsi untuk menumbuhkan motivasi siswa.Motivasi belajar adalah suatu
perubahan tenaga di dalam diri seseorang (pribadi) yang ditandai dengan timbulnya
perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Menurut Clayton Motivasi belajar
adalah kecenderungan siswa dalam melakukan kegiatan belajar yang didorong oleh
hasrat untuk mencapai prestasi atau hasil belajar sebaik mungkin. Jadi motivasi
belajar adalah kondisi psikologis yang mendorong siswa untuk belajar dengan
senang dan belajar secara sungguh-sungguh, yang pada gilirannya akan terbentuk
cara belajar siswa yang sistematis, penuh konsentrasi dan dapat menyeleksi
kegiatan-kagiatannya.Seorang guru seharusnya mempunyai Strategi untuk motivasi
siswasiswa di dalam pembelajaran. Menurut Catharina ada beberapa strategi
motivasi belajar antara lain sebagai berikut:
a. Membangkitkan minat belajar
Pengaitan
pembelajaran dengan minat siswa adalah sangat penting dan karena itu
tunjukkanlah bahwa pengatahuan yang dipelajari itu sangat bermanfaat bagi
mereka. Cara lain yang dapat dilakukan adalah memberikan pilihan kepada siswa
tentang materi pembelajaran yang akan dipelajari dan cara-cara mempelajarinya.
b. Mendorong rasa ingin tahu
Guru yang
terampil akan mampu menggunakan cara untuk membangkitkan dan memelilhara rasa
ingin tahu siswa didalam kegiatan pemmbelajaran. Metode pembelajaran studi
kasus, diskoveri, inkuiri, diskusi, curah pendapat, dan sejenisnya merupakan
beberapa metode yang dapat digunakan untuk membangkitkan hasrat ingin tahu
siswa.
c. Menggunakan variasi metode penyajian yang menarik
Motivasi untuk
belajar sesuatu dapat ditingkatkan melalui penggunaan materi pembelajaran yang
menarik dan juga penggunaan variasi metode penyajian.
d. Membantu siswa
dalam merumuskan tujuan belajar
Prinsip yang
mendasar dari motivasi adalah anak akan belajar keras untuk mencapai tujuan
apabila tujuan itu dirumuskan atau ditetapkan oleh dirinya sendiri dan bukan
dirumuskan atau ditetapkan oleh orang lain.
Daftar Rujukan
Eggen, Paul D &
Don Kauchak, (1994), Education Psychology Classroom Connection, New York :
McMillan College Publishing Company Inc.
Maman Rahman, (1998),
Manajemen Kelas, Proyek Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jakarta: Dirjen Dikti
Depdikbud.
Suharsimi Arikunto,
(1993) Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi, Jakarta : PT. Aneka Cipta.
Cukup baguss
BalasHapusTrimakasih telah berbagi informasi, materi ini sangat bermanfaat bagi saya
BalasHapus