TUGAS 4 ASPEK, FUNGSI DAN FAKTOR YG MEMPENGARUHI MANAJEMEN KELAS.


     A.   Aspek-aspek manajemen kelas.
Menurut Oemar Hamalik ada & aspek yang memiliki fungsi berbeda dalam proses belajar mengajar, tetapi merupakan satu kesatuan bulat, yaitu:
a)      Aspek tujuan instruksional
b)      Aspek materi pelajaran
c)      Aspek metode dan strategi pembelajaran
d)     Aspek ketenagaan, meliputi aspek siswa, waktu, tempat, perlengkapan
e)      Aspek media instruksional
f)       Aspek penilaian
g)      Aspek penunjang fasilitas
Menurut Lois V. Johnson dan May Bany mengemukakan aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan kelas:
1.      Sifat-sifat kelas
2.      Kekuatan pendorong kekuatan kelas
3.      Memahami situasi kelas
4.      Mendiagnosis situasi kelas
5.      Bertindak selektif
6.      Bertindak kreatif
7.      Untuk memperbaiki kondisi kelas.

     B.   Fungsi managemen kelas.
1.      Perencanaan
Perencanaan merupakan kegiatan berpikir (mind) untuk menetapkan tujuan. Perencanaan pembelajaran adalah upaya untuk menentukan kegiatan yang akan dilakukan dalam mencapai kompetensi yang diharapkan dan harus dimiliki oleh peserta didik. Perencanaan pembelajaran adalah suatu upaya untuk menentukan berbagai kegiatan yang akan dilakukan dalam kaitan dengan upaya untuk mencapai tujuan proses pembelajaran.
2.      Pengorganisasian.
Perencanaan dan pengorganisasian pengajaran memegang peran penting dalam keefektifan kelas. Pengorganisasian pengajaran yang diterapkan di sekolah harus memperhatikan faktor perbedaan kemampuan dan latar belakang siswa. Sehingga sekolah dalam pengorganisasian kelas tidak salah mengelompokkan siswa ke dalam kelompok atau kelas. Pengajaran yang dapat diterapkan oleh sekolah ialah pengajaran secara individual dan klasikal.

3.      Menggerakkan.
Penggerakan adalah tindakan untuk memulai, memprakarsai, memotivasi dan mengarahkan, serta mempengaruhi orang lain agar mengerjakan tugas-tugas untuk mencapai tujuan. Guru juga harus memahami bahwa tantangan dalam bidang pembelajaran sekarang adalah bagaimana menciptakan lingkungan sekolah yang membuat siswa belajar. Guru mengatur siswa berdasarkan situasi yang ada ketika terjadi proses pembelajaran. Guru membangun sikap positif melalui spirit motivasi tinggi kepada siswa, agar tekun belajar.
4.      Memberikan Arahan.
Memberikan arahan dalam konteks manajemen kelas adalah usaha seorang guru dalam memberikan petunjuk dan bimbingan kepada siswa agar terhindar dari hambatan dalam belajar. Hambatan belajar dapat berasal dari faktor intern dan ekstern siswa. Arahan yang diberikan kepada guru diharapkan dapat mengurangi dan/atau menghilangkan rasa takut gagal siswa dalam belajar. Ada semacam tambahan energi manakala seorang guru memberikan nasihat dan arahan kepada siswa. Sehingga pendekatan hati menentukan dalam pemberian arahan kepada siswa.
5.      Pengkoordinasian.
Melakukan koordinasi dalam konteks manajemen kelas berarti mengatur baik-baik kegiatan pembelajaran supaya dalam praktiknya dapat terarah dengan baik. Keefektifan manajemen kelas dipengaruhi juga oleh keseimbangan yang proporsional dan kesesuaian antara materi, media, metode, dan alokasi waktu pembelajaran. Guru dalam penentuan ini dapat melakukan diskusi kolegial dengan guru lain, atau peristiwaperistiwa yang dialami pada saat mengajar dijadikan dasar dalam menyelaraskan semua variabel pembelajaran.
6.      Pengawasan
Pengawasan merupakan suatu proses untuk menerapkan pekerjaan apa yang sudah dilaksanakan, menilainya, dan bila perlu mengoreksi dengan maksud supaya pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana semula. Apa yang dirasakan guru dalam pembelajaran merupakan hal yang utama untuk dianalisis guna melakukan pengawasan terkait kegiatan pembelajaran. Sehingga sudut pandang pengawasan lebih bersifat emik, artinya mengutamakan penilaian diri sendiri dari guru terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Berdasarkan hasil tersebut dijadikan acuan guru dalam menyusun rencana pembelajaran dan melaksanakan pembelajaran agar lebih baik. Evaluasi hasil belajar siswa menjadi dasar dalam mengevaluasi keberhasilan guru dalam pembelajaran.

    C.   Faktor-faktor managemen kelas.
Secara umum faktor yang mempengaruhi pengelolaan kelas dibagi menjadi dua golongan yaitu, faktor intern dan faktor ekstern siswa.(Djamarah 2006:184). Faktor intern siswa berhubungan dengan masalah emosi, pikiran, dan perilaku. Kepribadian siswa dengan ciri-ciri khasnya masing-masing menyebabkan siswa berbeda dari siswa lainnya secara individual. Perbedaan secara individual ini dilihat dari segi aspek yaitu perbedaan biologis, intelektual, dan psikologis.
Faktor ekstern siswa terkait dengan masalah suasana lingkungan belajar, penempatan siswa, pengelompokan siswa, jumlah siswa, dan sebagainya. Masalah jumlah siswa di kelas akan mewarnai dinamika kelas. Semakin banyak jumlah siswa di kelas, misalnya dua puluh orang ke atas akan cenderung lebih mudah terjadi konflik. Sebaliknya semakin sedikit jumlah siswa di kelas cenderung lebih kecil terjadi konflik.

            Sehubungan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa, adapula faktor yang mempengaruhi dalam manajemen suatu kelas. Berhasilnya manajemen kelas dalam memberikan dukungan terhadap pencapaian tujuan pembelajaran yang akan dicapai, banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut melekat pada kondisi fisik kelas dan pendukungnya, juga dipengaruhi oleh faktor non fisik (sosio- emosional) yang melekat pada guru. Untuk mewujudkan pengelolaan kelas yang baik, dan beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain :
Menurut Pidarta sebagaimana dikutip oleh Syaiful Bahri, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi manajemen kelas:
            1)   Kurang kesatuan, dengan kelompok-kelompok, klik-klik, dan pertentangan jenis kelamin;
2)      Tidak ada standar prilaku dalam bekerja kelompok, misalnya siswa ribut, bercakap-cakap, pergi ke sana ke mari, dan sebagainya;
3)      Reaksi negatif terhadap anggota kelompok, misalnya ribut, bermusuhan, mengucilkan, merendahkan kelompok bodoh dan sebagainya;
4)      Kelas metoleransi kekeliruan, kekeliruan temannya adalah menerima dan mendorong prilaku siswa yang keliru;
5)      Mudah mereaksi negatif/terganggu, misalnya bila didatangi monitor, tamu-tamu, iklim dan berubah dan sebagainya;
6)      Moral rendah, permusuhan, agresif, misalnya dalam lembaga dengan alat-alat belajar kurang, kekurangan uang dan sebagainya;
7)      Tidak mampu menyesuaiakan diri dengan lingkungan yang berubah, seperti tugas tambahan, anggota kelas yang baru, situasi baru dan lain sebagainya.
Dari masalah yang dimiliki dalam kelompok besar itu, menjadi tugas guru dalam mengatur dan memainkan perannya sebagai sumber belajar siswa, agar segala tujuan proses belajar mengajar yang berlangsung dapat mencapai hasil yang maksimal.
Munculnya variasi prilaku yang terjadi pada diri peserta didik disebabkan dengan adanya beberapa faktor utama, yaitu:
1     1.     Karena pengelompokan (pandai, sedang, bodoh). Kelompok yang bodoh akan menjadi sumber negatif, penolakan, dan apatis;
  1. Dari karakteristik individual, seperti perbedaan kemampuan, tidak ada kepuasan, atau latar belakang ekonomi rendah yang berpengaruh terhadap kemampuan;
  2. Kelompok yang pandai akan terhalang oleh teman-temannya yang tidak mampu seperti dia. Kelompok ini sering menolak standar yang diberikan oleh guru. Sering juga kelompok ini menuntut norma sendiri yang terkadang tidak sesuai dengan harapan sekolah;
  3. Dalam latihan diharapkan semua siswa tenang dan bekerja sepanjang jam pelajaran, kalau ada interupsi atau ada interaksi terkadang mereka tegang dan cemas;







DAFTAR RUJUKAN

Mustakim, Zaenal. 2017,strategi dan metode pengajaran. Pekalongan IAIN  Press.
Majid, Abdul. 2007. Perencanaan pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Syaiful Bahri Djamara dan Aswan Zainal, strategi belajar mengajar. ( Cet, II;  Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2002).
                                                                                                                       

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

tugas 5 komponen-komponen manajemen kelas.

Tugas 13 pembelajaran yang efektif dan menyenangkan